GELANDANG andalan timnas Inggris, Declan Rice, merasa sangat percaya diri setiap kali mengambil tendangan sudut. Ia pun meminta para pendukung The Three Lions untuk “bersemangat” menantikan apa yang akan tersaji di Piala Dunia 2026.
Inggris tampil sangat mengancam lewat situasi bola mati (set-pieces) saat menumbangkan Kroasia 4-2 pada laga pembuka Grup L. Gol pertama Harry Kane dari titik putih berawal dari pelanggaran terhadap Noni Madueke setelah menerima umpan silang Rice. Setelah itu, sang kapten mencetak gol keduanya lewat sundulan yang memanfaatkan eksekusi sepak pojok akurat dari Rice.
Pemain berusia 27 tahun ini merupakan pilar penting Arsenal saat memecahkan rekor dengan mencetak 19 gol dari sepak pojok musim lalu, yang sekaligus menyudahi dahaga gelar Liga Primer Inggris mereka selama 22 tahun.
Meski demikian, The Gunners sempat menuai kritik karena gaya main mereka yang dinilai terlalu pragmatis dan ketergantungan pada bola mati, dengan total koleksi 25 gol dari situasi tersebut.
“Semua orang sekarang menikmati [situasi bola mati], bukan? Semua orang menikmatinya sekarang,” ujar Rice kepada BBC Sport di markas latihan Inggris di Kansas City.
Berawal dari Eksperimen di Arsenal
Rice mulai dipercaya sebagai pengambil mati utama di Arsenal sejak Januari 2024, setelah menjalani pemusatan latihan pertengahan musim di Dubai. Sejak saat itu, Arsenal menjelma menjadi tim yang sangat ditakuti dalam situasi bola mati.
“Dulu saya tidak pernah mengambil sepak pojok atau bola mati, tetapi [pelatih set-piece] Nico [Jover] dan manajer di Arsenal melihat sesuatu dalam diri saya yang tidak dilihat orang lain,” ungkap Rice.
“Mereka bilang saya bisa mengirim bola ke area berbahaya dari posisi mati yang tidak bisa dilakukan oleh pemain lain di Arsenal, kecuali Bukayo [Saka]. Sejak momen itu, saya sangat meyakini dan memercayai hal tersebut.”
Keyakinan ini kini menjadi senjata utama Rice setiap kali berdiri di sudut lapangan.
“Seiring berjalannya waktu, sekarang saya merasa setiap kali meletakkan bola untuk situasi bola mati—baik itu sepak pojok atau tendangan bebas melebar—saya merasa seperti akan mencetak assist atau menciptakan sesuatu yang berbahaya. Itu mentalitas yang bagus untuk menghadapi bola mati… dan fans Inggris layak bersemangat.”
Adaptasi Cepat di Bawah Thomas Tuchel
Sebagai wakil kapten timnas Inggris di turnamen ini, Rice kini diakui sebagai salah satu pengambil sepak pojok paling konsisten di Liga Primer Inggris. Di level internasional, manajer the Three Lions Thomas Tuchel juga menegaskan keinginannya untuk menerapkan gaya main yang mereplikasi intensitas Liga Primer Inggris.
Rice membeberkan bahwa skuad The Three Lions telah mengasah skema bola mati ini sejak pelatih asal Jerman tersebut mengambil alih kemudi pada Januari 2025, meski porsi latihan taktik tetap mendominasi.
“Kami hanya punya sedikit waktu di sini untuk melatihnya karena harus fokus pada banyak hal lain,” jelas Rice.
“Namun, kami sudah menerapkan format dan cara mengambil bola mati ini sejak Thomas datang. Banyak cara kami mengambilnya tidak berubah, baik dari segi pergerakan maupun cara saya melepaskan umpan.”
Menurut Rice, konsistensi inilah yang membuat lini serang Inggris sangat kompak dan berbahaya di kotak penalti lawan.
“Ini sudah dipersiapkan selama setahun terakhir, jadi para pemain tahu apa yang akan terjadi… ke mana saya akan mengirimkan bola. Jadi, ini adalah rencana permainan yang nyata. Tugas saya tinggal mengirimkan bola dengan tepat, dan para pemain lainnya harus meloloskan diri dari kawalan di dalam kotak penalti.” (bbc/Z-1)