loading…
Presiden AS Donald Trump. Foto/anadolu
Hanya 33% warga Amerika yang disurvei menyatakan mendukung kinerja Trump selama menjabat, sementara 64% menyatakan tidak mendukung.
Angka ini turun dari 35% dalam jajak pendapat Reuters/Ipsos yang rampung pada awal Agustus dan menandai tingkat dukungan terendah sejak dimulainya masa jabatan kedua Trump.
Angka tersebut juga menyamai tingkat dukungan terendah yang pernah tercatat selama masa jabatan pertamanya, yaitu pada Desember 2017.
Trump kembali ke Gedung Putih pada Januari 2025 dengan dukungan dari kurang dari separuh warga Amerika atas kinerjanya. Popularitasnya kemudian menurun di tengah perang dengan Iran, yang bermula dari serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari.
Konflik ini telah mengganggu pelayaran melalui Selat Hormuz—jalur yang sebelumnya mengangkut sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia—sehingga berkontribusi pada kenaikan harga bensin di Amerika Serikat.
80% Memperkirakan Perang akan Berlangsung Lama
Jajak pendapat tersebut menunjukkan adanya skeptisisme luas terhadap prediksi awal Trump bahwa perang akan berlangsung singkat.