SITUASI di Selat Hormuz kembali memanas setelah Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran melepaskan tembakan peringatan ke arah empat kapal di dekat jalur perairan fatal tersebut. Informasi ini disampaikan melalui unggahan di akun Telegram yang berafiliasi dengan IRGC.
Menurut unggahan tersebut, keempat kapal itu dilaporkan mencoba melewati jalur perairan tanpa adanya koordinasi atau izin terlebih dahulu. Pihak IRGC juga menambahkan bahwa insiden “baku tembak” inilah yang menjadi sumber ledakan berdasarkan laporan pertahanan udara setempat.
Secara terpisah, kantor berita semi-resmi Iran, Fars News Agency, melaporkan bahwa angkatan bersenjata negara tersebut meluncurkan sejumlah rudal dari wilayah selatan menuju “target yang ditentukan”. Namun, hingga saat ini target-target tersebut belum diidentifikasi, dan belum bisa dipastikan apakah peluncuran rudal ini terkait dengan insiden empat kapal asing itu.
Iran Kecam Serangan AS
Sebelum insiden tembakan peringatan terjadi, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengecam keras serangan Amerika Serikat (AS) yang menyasar stasiun kendali darat di Bandar Abbas. Ia menegaskan bahwa Iran bertekad untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan guna membela diri.
Tak hanya itu, Baghaei juga mengkritik keras pernyataan pejabat AS baru-baru ini mengenai Oman. Ia menyebut ancaman sanksi yang dilontarkan Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, terhadap Oman sebagai tindakan yang sama sekali ilegal.
Ketegangan ini bermula ketika Bessent mengancam akan mengambil tindakan hukum melalui Kementerian Keuangan terhadap Oman jika negara yang berbatasan dengan Selat Hormuz itu mendukung Iran dalam menarik tarif tol bagi kapal-kapal yang transit. Ancaman senada juga sempat dilontarkan Presiden Donald Trump yang memperingatkan Oman agar tidak mengganggu jalur minyak kritis tersebut.
“Oman akan bersikap sama seperti orang lain atau kita harus meledakkan mereka,” ujar Trump sebelumnya.
AS Terima Jaminan dari Oman
Meskipun situasi sempat menegang, Menteri Keuangan AS Scott Bessent akhirnya menyatakan bahwa dirinya telah menerima jaminan langsung dari pihak Oman bahwa mereka tidak memiliki rencana untuk menarik tarif tol di Selat Hormuz.
“Saya telah menelepon duta besar Oman pagi ini, dan dia meyakinkan saya bahwa tidak ada rencana untuk menarik tol di selat tersebut,” kata Bessent kepada wartawan dalam pengarahan di Gedung Putih.
“Seperti yang dia katakan, negara kita telah memiliki hubungan baik selama 200 tahun. Dia ingin memilikinya selama 200 tahun lagi, dan, Anda tahu, saya memberi tahu dia bahwa ini adalah hal yang mustahil dilakukan (non-starter), dan dia tidak ingin mengambil risiko warga Oman maupun lembaga keuangan Oman dijatuhi sanksi,” lanjut Bessent.
Ketika dimintai tanggapan mengenai komentar keras yang sebelumnya dikeluarkan oleh Trump, Bessent menjelaskan bahwa sang presiden hanya ingin menegaskan kembali pentingnya kebebasan navigasi di jalur perairan tersebut. (CNN/Z-2)