BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat sepanjang Januari hingga November 2025, total nilai impor Indonesia mencapai US$218,02 miliar. Angka tersebut naik 2,03% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Nilai impor migas tercatat senilai US$29,42 miliar atau turun 10,81%. Sementara nilai impor non-migas tercatat senilai 188,61 miliar USD atau naik 4,37%.
Secara bulanan, pada November 2025, total nilai impor mencapai U$19,86 miliar atau meningkat 0,46% dibandingkan November 2024.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Pudji Ismartini memaparkan, menurut penggunaan, secara kumulatif peningkatan nilai impor terjadi pada barang modal.
“Sebagai penyumbang utama peningkatan impor, nilai impor barang modal mencapai US$44,81 miliar atau naik 18,54% dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan memberikan andil peningkatan 3,28%,” kata Pudji dalam konferensi pers, Senin (5/1).
Impor barang modal yang naik cukup besar yaitu mesin peralatan mekanis dan bagiannya (HS84), mesin perlengkapan elektrik dan bagiannya (HS85), serta kendaraan udara dan bagiannya (HS88).
Sedangkan impor bahan baku penolong turun 1,46% menjadi US$153,20 miliar. Begitu pula pada impor barang konsumsi yang mengalami penurunan sebesar 2,02% menjadi US$20,01 miliar. (Ifa/M-3)