loading…
Pada September 2025, Presiden Venezuela Nicolás Maduro dengan penuh percaya diri mengangkat ponsel lipat Huawei Mate X6, hadiah eksklusif dari Presiden China Xi Jinping. Foto: ist
Klaim itu kini menjadi ironi geopolitik di tengah bukti bahwa perang modern tidak bertumpu pada satu gawai.
Ponsel, Sesumbar, dan Simbol Kedaulatan Teknologi
Pada 1 September 2025, di hadapan media internasional, Maduro mengangkat sebuah ponsel lipat Huawei—Mate X6—dan menyebutnya “yang terbaik di dunia”.
“Orang Amerika tidak bisa meretasnya, baik pesawat mata-mata mereka maupun satelit mereka,” ucapnya.
Bagi Maduro, gawai itu bukan sekadar alat komunikasi, melainkan simbol kedaulatan teknologi di tengah sanksi dan tekanan Washington.
Pernyataan itu bergema luas karena datang pada saat persaingan teknologi Amerika Serikat–China berada pada titik panas.
Sejak 2020, Huawei menghadapi pembatasan keras dari AS—mulai dari larangan akses chip semikonduktor canggih hingga terputusnya ekosistem Google.