NAOMI Osaka kembali mencuri perhatian dunia lewat penampilannya. Juara Grand Slam empat kali asal Jepang ini berhasil menyiasati aturan berpakaian serba putih yang ketat di turnamen Wimbledon dengan memadukan unsur tradisi dan warisan budaya leluhurnya.
Osaka tiba di lapangan All England Club untuk laga pembukanya dengan mengenakan kimono panjang elegan yang seluruhnya berwarna putih. Pilihan mode ini melanjutkan tren busana spektakulernya tahun ini, setelah sebelumnya ia tampil dengan gaun emas berkilau di Prancis Terbuka dan busana bertema ubur-ubur di Australia Terbuka pada Januari lalu.
Usai meraih kemenangan 6-1, 7-5 atas petenis Prancis Elsa Jacquemot, Osaka menjelaskan ide di balik pemilihan busana tersebut.
“Ketika saya memikirkan tentang Wimbledon, itu jelas tentang warna serba putih. Jelas ada tradisi di balik semua itu,” jelas Osaka.
“Di dalam kepala saya, ketika saya memikirkan hal itu, saya memikirkan tentang budaya saya, warisan saya, yaitu Jepang dan Haiti.
“Kemudian, jika saya menyelam lebih dalam ke budaya Jepang, saya memikirkan siluet yang paling ikonik, yang bagi saya adalah kimono. Anda tidak perlu melihat warna kimono untuk mengetahui bahwa itu adalah sebuah kimono.
“Entahlah, saya juga memikirkan film-film favorit saya. Saya suka Kill Bill. Saya ingat benar-benar jatuh cinta dengan karakter Lucy Liu.
“Dia mengenakan kimono serba putih, dan saya ingat berpikir bahwa itu sangat keren. Lalu semuanya mengalir begitu saja dari sana. Itu seperti interpretasi saya tentang hal itu, sekaligus memberikan banyak rasa hormat dan cinta kepada Jepang.”
Karena bertanding di lapangan luar (outside court), petenis berusia 28 tahun ini harus berjalan melewati kerumunan penonton dengan dikawal petugas. Kehadirannya dalam balutan kimono putih tak pelak membuat para penggemar terkesima dan membalikkan badan untuk melihatnya.
“Dari sudut pandang saya, saya pikir itu sangat menyenangkan karena saya tidak mengira ada orang yang mengharapkan hal tersebut,” kata Osaka.
“Saya mencoba untuk sedikit fokus dan mengenakan headphone saya. Saya bisa merasakan ketika saya berjalan melewati seseorang, mereka akan secara fisik memutar seluruh tubuh mereka. Saya pikir itu sangat menyenangkan.
“Itu keren karena saya mendengar beberapa orang berkata, ‘Wah, itu kimono yang sangat indah’ dan hal-hal seperti itu. Jadi itu menyenangkan.”
Sejak kembali berkompetisi pasca-melahirkan putrinya pada 2023, mantan petenis nomor satu dunia ini sukses menembus kembali peringkat 20 besar dunia. Meski demikian, Osaka mengakui bahwa mengenakan pakaian mewah di atas lapangan kerap memberikan tekanan tersendiri.
“Saya tidak akan mengatakan bahwa mengenakan pakaian-pakaian ini meredakan ketegangan saya karena sebagian kecil dari pikiran saya ingin tampil baik agar saya bisa terus memakainya,” ujar Osaka.
“Jelas, seperti untuk Prancis Terbuka, Anda tidak ingin mengenakan gaun pesta dan kalah di babak pertama. Hal itu memang sedikit terlintas di pikiran saya.”
“Ini adalah sesuatu yang biasa saya lakukan, mengenakan pakaian-pakaian mewah ini. Saya merasa setiap orang memiliki caranya masing-masing untuk menunjukkan bahwa mereka menyukai mode. Saya selalu sangat terkejut setiap kali pergi ke ruang ganti, saya menerima banyak pertanyaan tentang hal itu. Ini tampaknya menyenangkan bagi semua orang. Anda hanya tidak akan menduganya saja,” pungkasnya. (BBC/Z-2)