FEDERASI Sepak Bola Meksiko (FMF) resmi menunjuk sang legenda, Rafael Marquez, sebagai pelatih kepala tim nasional yang baru. Langkah ini diambil guna menggantikan posisi Javier Aguirre, menyusul tersingkirnya skuad El Tri di babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Penunjukan ini sekaligus menandai babak baru bagi kelanjutan cetak biru sepak bola negara tersebut dalam jangka panjang.
“Presiden (FMF) Mikel Arriola hari ini menunjuk Rafael Marquez sebagai kepala pelatih timnas Meksiko untuk melanjutkan proyek olahraga 2030,” kata FMF dalam lamannya pada Kamis (9/7).
Marquez, yang kini berusia 47 tahun, sejatinya bukan orang baru di jajaran kepelatihan El Tri. Mantan bek tangguh Barcelona tersebut sebelumnya telah mengemban tugas sebagai asisten Aguirre di sepanjang gelaran Piala Dunia 2026.
Kendati harus angkat koper lebih awal setelah ditundukkan Inggris dengan skor 2-3 pada fase perdelapan final, performa Meksiko di bawah arahan duet Aguirre-Marquez terbilang impresif. Kolektivitas tim mampu menuntaskan dahaga publik dengan memenangi laga fase gugur Piala Dunia untuk kali pertama dalam kurun waktu 40 tahun terakhir.
Estafet kepemimpinan ke tangan Marquez merupakan manifestasi nyata dari kelanjutan Proyek 2030. Program regenerasi berskala masif tersebut sejatinya telah diumumkan oleh FMF sejak Agustus 2024 silam. Kala itu, penunjukan Marquez sebagai asisten Aguirre memang sengaja dirancang sebagai bagian dari rencana suksesi kepelatihan tim nasional secara terstruktur dan berkelanjutan.
Di sisi lain, kepergian Javier Aguirre meninggalkan catatan yang cukup prestisius. Menutup masa jabatan ketiganya bersama timnas Meksiko, juru taktik kawakan tersebut mengantongi rekam jejak berupa 22 kemenangan, sembilan hasil imbang, dan enam kekalahan dari total 37 pertandingan. Rekor mentereng pun diukir Aguirre kala membawa armada Meksiko menyapu bersih sembilan poin penuh pada tiga laga di fase grup Piala Dunia 2026.
Tidak hanya tangguh di kompetisi global, Aguirre juga sukses mempersembahkan dua trofi bergengsi ke lemari juara El Tri, yakni titel kampiun CONCACAF Nations League 2024/2025 dan trofi Piala Emas 2025.
Kini, beban berat sekaligus harapan baru berada di pundak Marquez. Sebagai pemain, reputasi Marquez merupakan salah satu yang tertinggal paling agung dalam sejarah sepak bola Meksiko. Ia tercatat mengapteni tim nasional dalam lima edisi Piala Dunia yang berbeda dan membukukan total 148 penampilan bersama El Tri.
Semasa aktif merumput, pria yang mengawali karier kepelatihannya di klub Spanyol RSD Alcala serta sempat menakhodai Barcelona Atletic ini, juga sukses mengantarkan negaranya menjuarai Piala Konfederasi FIFA 1999, serta dua gelar Piala Emas pada edisi 2003 dan 2011.
Pengalaman taktisnya kian matang usai bergabung dalam staf kepelatihan Javier Aguirre guna mengawal Meksiko, mulai dari fase kualifikasi yang berdarah-darah hingga menembus putaran final Piala Dunia 2026. Publik kini menanti, apakah tangan dingin sang legenda mampu merealisasikan visi besar Proyek 2030 mendatang.
(Ant/P-4)